Has Moved To WWW.SMANSAKITA.CO.CC

PENGUMUMAN
Bahwa, situs blog ini sudah di-pindah-tempatkan ke lokasi yang baru :
SMANSAKITA.CO.CC


kLIK Disini untuk ke SMANSAKITA.CO.CC



Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts
By
Andi

Akankah Terganti???

Labels: ,

Sebenernya hal ini dah gw denger dari waktu nie.. Tapi baru keinget lagi, mumpung masih inget ya gw tulis aja karang...

Ini tentang pengumuman yang diumumkan ama Pak Tambun beberapa hari kemarin, temen-temen gw juga ampe kaget ama ni pengumuman..

Akankah kami menangis kehilangan..???



Pengumuman dari Pak Tambun kurang lebih isinya kaya gini: "bagi para guru yang ingin menjadi kepala sekolah, harap segera melihat persyaratan yang tertempel di aula 1, terima kasih".

Klo menurut pemikiran gw ama temen-temen sih, mungkin aja Pak Darta bakal digantiin posisinya ama yang laen.. Tapi masak sich? mank dah hampir satu periode yach??

Tapi meski gitu kami ga rela.. menurut kami Pak Darta is Da Best..
Beliau bisa mengayomi kami dengan baik, apalagi ada "Layanan SMS Center" dari pak darta..

Beliau juga tidak kaku, selalu menerima saran dari siswa dan pihak yang laen..

ga kaya robot.. gw robot

Click here for more..
By
Andi

Lomba Fashion - SCC

Labels: ,

Smansa dengan kerapiannya sangat menentang adanya model-model siswa yang urakan, apalagi dengan pakaian yang tak sesuai ketentuan..

Tapi sekarang kita tidak akan membahas hal itu, yang sekarang kita bahas adalah lomba yang diadakan oleh SCC.

SCC ato Smansa Counseling Club (ato smansa curhat-curhatan, hehe..) didirikan baru-baru ini. Club yang diketuai oleh ***** ini mengadakan sebuah rangkaian acara dalam rangka menyambut hari kemerdekaan.

Dari tiga macam kegiatan yang diadakan, yang paling menarik perhatian adalah acara Fashion Show.

Menurut gw pribadi, acara ini ga seru, lagian ga mungkin bakal ada yang benar-benar berani buat diliatin ama banyak orang, kecuali dia emank seorang model.

Mungkin aja anak-anak kelas XII sama jalan pikirannya ama gw. Soalnya hampir seluruh kelas XII ga da yang mau ikut acara ini, bahkan untuk sekedar datang menonton aja ngga. Dan karena ini bukan acara OSis, anggota osis juga ga keliatan.

Gimana bisa siswa satu angkatan ga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini??

Satu jawaban yang dapat disimpulkan dari suara masyarakat kelas 3. Siswa kelas 3 sebenernya sangat "meboya" dengan SCC, terutama karena diketuai oleh ***** yang notabene sudah diketahui sifat dan perilakunya oleh siswa kelas 3.

Mungkin kalau bukan dia yang jadi ketua, SCC bisa tumbuh berkembang di kalangan siswa kelas3.

Siswa kelas X dan XI yang mungkin belum tahu akan hal ini merasa tidak ada yang ganjil dalam Club ini. Ya.. Mudah-mudahan aja mereka tetap ga tau, supaya SCC bisa lebih berkembang saat ada pergantian pengurus atau setelah siswa kelas 3 tamat.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, gw minta maaf kalo ada yg tersinggung dengan tulisan gw,. Yang jelas tulisan ni diambil dari mulut-mulut kelas3 yang selama ini didenger dari mulut ke mulut juga..

Click here for more..
By
Andi

KBM Kontroversial

Labels:

Dari sekolah dasar kita sudah belajar agama.. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari juga sebenarnya kita sudah belajar agama dalam keluarga.

Tapi apa gunanya dapat nilai agama yang tinggi di raport jika hidup kita seperti tak beragama, tak berakhlak, dan tak bermoral??

Hal inilah yang menjadi pedoman bagi Bapak Ketut Astika selaku guru agama di Smansa dalam mengajar kelasnya.

Pak Astika lebih menekankan praktek dalam hal beragama. Dengan mengadakan suatu forum diskusi, siswa dapat berpikir kritis tentang kehidupan di sekitar yang masih berhubungan dengan keagamaan.

Buku atau LKS Agama yang disediakan di sekolah tidak terlalu menjadi perhatian saat siswa harus berdiskusi dan mencari jalan keluar suatu masalah.

Lalu bagaimana dengan buku yang terlanjur dibeli?? Dan bagaimana pula dengan SAT dan UAS Agama? Apakah cukup dijawab dengan praktek?

Tentu saja tidak,. Materi ajar sesuai RPP dan silabus yang mengarah ke standar kompetensi dan kompetensi dasar tetap harus dipelajari. Siswa dapat mempelajarinya sendiri di rumah karena kebanyakan materi telah dibahas sebelumnya. Lagipula sekarang kita mengikuti sistem KBK, bahkan sebagian KTSP, jadi wajar kalau siswa yang harus aktif dalam belajar.

Bagi para orang tua yang mungkin tidak paham akan hal ini mungkin akan menentang sistem KBM seperti ini. Mereka akan berpendapat kalau percuma belajar agama kalau tidak dapat materi di kelas. Tapi bagi mereka yang mengerti, metode seperti ini akan membuat ajaran agama semakin melekat dalam perilaku siswa.

Click here for more..
By
Andi

LCD-Projector for our class

Labels:

Lately, Smansa install LCD-Projector in XI-IA1 and XII-IA1.

It was installed there to support the presentation of the student or teacher. It also used by teacher incase to give the student some lesson that need multimedia, like geography, english, economy and other that use Interactive CD.

It is also because the multimedia-room cannot be used by other student if other class still using it. So student still can presenting their task in their own class.

But for other class, dont worry, based on the original idea of the plan, the LCD-Projector will be installed in every classroom.

But when? I dont know.... Just be patient...

Click here for more..
By
Andi

Badai Debu di Smansa

Labels:

Kita dah tau kalo Smansa dalam masa pengembangan, selain kualitasnya yang makin berkembang, fasilitasnya pun semakin lengkap.

Pembangunan di Smansa semakin terlihat sejak dipugarnya pagar dan gapura Smansa menjadi semakin megah..

Aula-II dan bangunan sekitarnya pun sekarang sudah dibumi hanguskan guna dibangunnya perpustakaan maya dan gedung serba guna serta lapangan tennis di tanah lapang tersebut.

Pembangunan tersebut masih tahap awal, yaitu perataan tanah..
Tapi sayangnya, pembangunan proyek tersebut sedang terhenti, pihak sekolah sedang menekankan renovasi di gedung induk dan lab bahasa, mayoritas renovasi tersebut adalah pengecatan ulang..

Keadaan seperti ini membuat tanah lapang berdebu tersebut terbengkalai. Meskipun setiap pagi diadakan penyiraman, tetap saja pada saat matahari meninggi tanah tersebut kembali kering..

Hal ini sering membuat para siswa yang harus memarkir kendaraannya disana menjadi jengkel karena kendaraan yang paginya masih bersih jadi berselimut debu pada saat jam pulang..

Apalagi kalo udah sore, sekarang kan musim peralihan, jadi anginnya gede banget,. Setiap sore yang agak berawan, para siswa yang mau masuk ke SMansa harus menutup helm karena debunya berterbangan seperti tornado..

Hal ini yg bikin gw males nyuci motor 2 minggu terakhir, soalnya percuma bawa motor bersih mengkilap kalo pulang bawa motor berdebu..

Click here for more..
By
Andi

Something Changes

Labels:

View weeks ago, there some changing in organization structural of Smansa. That was the vice principal and some kind of "inspector" that called wasbimbri.

I don't know exactly why the smansa organization structure is changed. Maybe just to refresh the "atmosphere" at smansa, because some of last wasbimbri had an not-really-bad image with their position.

One of the most big changing (in my opinion) is:
The curriculum-vice principle (wakasek Kurikulum), now it is hold by Mr. Ketut Kartika
we've know that Mr.Kartika has a ferocious face (but in his heart, hi is a kind man), furthermore when he is holding the Student-Holding Vice principle (Wakasek Kesiswaan) from years ago.

But, now he is very gentle, you know what i mean, he is not ferocious anymore, we love him. In first week of his position, there some changes that happen in class-management, that is the class-journal must be gathered every Saturday.

And some of teacher that hold the wasbimbri position started to "Ja'Im", they've tried to preserved their image in front of the pupils. For example, Mr.Wedra, there some major changes with his behavior. We can have a joke in class with him before, but now, he is very-very Ja'Im..

yach, i wish this is a good changes for smansa, but maybe some of student-teacher relationship little bit interfered. But, who cares??

Click here for more..
By
Andi

Protes yang Percuma

Labels: ,

Pak Darta, Kepsek SMANSA yang tercinta, dari dulu udah nyebarin no HPnya buat para siswa, guru, dan semua warga SMANSA, tidak ketinggalan juga masyarakat sekitar untuk melaporkan semua kegiatan "negatif" yang dilakukan oleh warga Smansa.

Beberapa waktu lalu gw selaku perwakilan kelas XII-Bahasa dan Adi sebagai perwakilan kelas XI-Bahasa mengirim SMS ke Pak Darta untuk menanggulangi masalah serius yang sedang kami alami.

Masalah serius itu adalah Pelajaran Bahasa Jepang yang nanti akan kami hadapi saat UN. Bukan masalah pelajarannya, tapi masalah gurunya (disini ga bakal disebutin nama gurunya). Guru bahasa Jepang yang mengajar kami dari kelas XI sangat jarang ada di kelas, beliau cuma mengandalkan les yang diadakan di rumahnya. Bahkan saat jam pelajaran, beliau tidak banyak memberi asupan materi untuk kami dengan berdalih "kalau dijelaskan dikelas, waktunya ngga akan cukup, nanti aja pas les kita bahas". Dengan begitu kami terpaksa (dan terikat) untuk ikut les tersebut, dan bagi orang yang males-malesan les (kaya gw), ini jadi kendala..

Alasan yang sering kami denger dari beliau, ini karena beliau merupakan guru "milik" yayasan (SMA LAB Undiksha), jadi kebanyakan waktu harus dihabiskan di Undiksha, dan Smansa hanya dapat sisanya. Tapi beliau juga sepertinya tidak mau diganti.

Kami sempat meminta guru bahasa jepang yang baru untuk kami, tapi lama tidak ditanggapi ama Pak Darta, bahkan dibalas juga nggak tuh sms. Guru-guru dan Wakasek kurikulum pun ampe ikut prihatin. Pada saat jam pelajaran bahasa jepang pertama untuk siswa kelas XII di tahun ajaran yang baru ini, seperti biasa beliau tidak datang, kami pun kesal, akhirnya kami menghadap Pak Darta di ruangannya yang penuh dengan piala kemenangan.

Akhirnya Pak Darta segera menelpon guru baru untuk segera datang dan mengajar kami. Guru baru ini udah menjalani tes dari Pak Darta, entah tes apa, yang penting kami dapat guru baru.

Ternyata guru baru tersebut masih mahasiswa, dia masih muda, namanya UTE, (lumayan cakep boo). Tapi yang bikin kami kaget, Ute masih "satu paket" ama Guru yang lama. Untuk mengajar kami, Ute harus konsultasi ama guru yang lama tersebut.

Tapi yang bikin kami terkejut-shock-kaget-kesel, besoknya guru yang lama dateng lagi, beliau bilang kalau mulai minggu depannya beliau akan mengajar lagi, dan guru yang baru hanya untuk kelas XI. Detak jantung kami seakan berhenti mendengar itu.

Malemnya lagi gw sms Pak Darta, langsung mengajukan protes, kalo ga salah isinya kaya gini:
"Pak, sy andi kls XII-Bhs, mwakili ank2 bhs yg laen bwt protes. Kmrin anda sdh nyri guru jepang br, kmi sgt sng ama gru br trsbut. Tp yg bkin kmi sdih+ksel lg, td pgi bu axxxx dtg lg, bu axxxx mau ngjar kmi lg & gru br cm bwt klz XI, kmi rs prcuma da gr br kalo kmi msh tkt tdk lls krn "sistem KBM" bu axxxx."

Tapi seperti sms sebelumnya, lagi-lagi sms ini ga ditanggepin.. damn..

Click here for more..
By
Andi

Fenomena: Fanatisme IPA

Labels:

Bu Guru: "Kamu cita-citanya jadi apa?"
Siswa 1: "Jadi dokter buu.."
Bu Guru: "Kalo kamu jadi apa?"
Siswa 2: "Jadi dokter juga.."
Bu Guru: "kok semua mau jadi dokter?"
Siswa 1 & 2: "tinggal suntik, gajinya gede bu!"

Tentu saja untuk menjadi dokter harus masuk jurusan IPA.

Seperti pada umumnya, orang lulusan IPA bisa meneruskan pendidikan ke segala jurusan di perguruan tinggi. Sehingga mereka pun bisa mencari berbagai pekerjaan yang mereka inginkan. Hal itu yang menyebabkan banyak siswa yang memilih untuk mencari jurusan Ilmu Alam.

Tapi lain di SMANSA, banyak siswa yang - terlalu - fanatik dengan jurusan Ilmu Alam. Sebagai contohnya Jurusan Bahasa, jumlah siswa Jurusan Bahasa kelas XII tahun lalu ada 12 orang, kelas XII thn ini ada 8 orang (menyusut 4 orang), terus untuk tahun depan menyusut lagi 4 orang menjadi 4 orang yang tersisa mengingat siswa jurusan bahasa kelas XI tahun ini cuma ada 4 orang, bahkan untuk jurusan Ilmu Sosial ngga ada yang milih....

Padahal klo dipikir-pikir, seseorang akan lebih mudah sukses jika berada di tempat dengan tingkat persaingan rendah. Misalnya kelas XII-IS yang cuma terdiri dari 6 orang siswa (tapi sekarang sudah menjadi 7 orang dengan masuknya siswa baru), hampir keseluruhan siswanya berprestasi (tentunya dalam bidangnya, ekonomi), mereka banyak menyumbang piala untuk sekolah kita tercinta, SMANSA. Bahkan mereka sudah bermain di kancah nasional, terakhir mereka bertarung di Jakarta, dan nanti mereka akan ikut OSN di makassar.

Begitu juga kelas XII-Bahasa, mereka juga sering bertarung memperebutkan piala untuk SMANSA, meskipun tidak semua perlombaan yang diikuti merupakan ilmu exact. Tapi banyak yang tidak menyangka kalau siswa kelas bahasa juga bisa menyaingi rivalnya di kelas IA untuk berlaga di bidang Teknologi Informasi, khususnya perlombaan bahasa pemrograman. Dengan beberapa kali mempersembahkan piala dari bidang komputer, kelas Bahasa membuktikan bahwa Kelas Bahasa bukan kelas "buangan" yang merupakan sisa-sisa kelas IA. Begitu juga kelas IS, bahkan dalam waktu singkat mereka bisa mempersembahkan banyak piala untuk Smansa.

Pilihan jurusan para siswa yang begitu memprihatinkan tahun ini bisa memberi gambaran bagaimana kelanjutan existansi kelas IB dan Kelas IS tahun depan jika tidak ditanggulangi dengan sosialisasi yang memadai. Maka dari itu kita harus berusaha mengubah cara pandang para orang tua dan siswa pada umumnya, agar tidak memandang sebelah mata pada kelas IB dan IS yang justru lebih banyak mempunyai peluang dalam mencari pekerjaan karena mereka sudah dibekali dengan ilmu yang sudah menjurus kebidangnya masing-masing. Seperti siswa dari Jurusan IS, mereka dibekali kemampuan di bidang ekonomi akuntansi untuk menjadi seorang akuntan yang handal. Siswa jurusan bahasa, dibekali kemampuan berbahasa dan budaya yang dapat mereka gunakan di bidang pariwisata dan perhotelan (dimana gajinya -sangat- lumayan, mengingat gaji pekerja di luar negeri minimal sekitar $1000 dolar/orang).

Bahkan menurut guru-guru senior Smansa yang sempat mengajar di kelas Bahasa, hampir semua anak-anak jurusan Bahasa dan Ilmu Sosial lulusan Smansa menjadi orang sukses, tapi benar atau nggaknya cuma Tuhan yang tahu. Yang kami tahu dengan jelas dan optimis, kami nanti akan menjadi orang sukses yang akan membahagiakan orang tua.

Click here for more..